Followers

Rabu, 06 Januari 2010

BSA: Software Bajakan Bukan Soal Harga, Tapi Budaya

Jakarta - Geliat software bajakan di Indonesia yang tak kunjung ada habisnya dinilai bukan karena masalah harga jual software asli yang mahal. Namun lebih didasarkan oleh budaya bangsa ini yang terbiasa membeli software bajakan.

Demikian penilaian dari Roland Chan, Senior Director Marketing Business Software Alliance (BSA) Asia Pasifik ditemui di Polda Metro Jaya, Selasa (15/12/2009). BSA sendiri adalah organisasi nirlaba yang menaungi para vendor software dalam memerangi pelanggaran hak cipta.

"Harga bukanlah alasan yang dijadikan isu utama dalam maraknya software bajakan di Indonesia. Namun lebih ke persoalan budaya yang harus diubah," tukasnya.

Menurutnya, harga software resmi yang dibanderol para vendor tersebut sudah bisa dibilang kompetitif. Jadi tidak bisa dikatakan juga bahwa software resmi itu identik dengah harga mahal.

"Jika Anda bicara soal harga, para produsen ini rasanya sudah menawarkan harga yang kompetitif untuk bersaing dengan vendor lain secara global," lanjutnya.

Hanya saja, penilaian dari Roland tersebut terkesan berseberangan dengan apa yang disampaikan oleh Kapolda Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono.

Sebab menurut Kapolda, dari berbagai macam pemicu pembajakan keping digital, salah satu yang paling berpengaruh adalah masih besarnya keinginan masyarakat untuk mendapatkan harga yang lebih murah.

Dengan kata lain, harga yang ditawarkan oleh para vendor pembuat software dianggap masih kelewat tinggi dari daya beli masyarakat. Setidaknya, harga masih memegang peranan.
( ash / faw )



sumber"detik.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima Kasih atas Kunjungan nya !

Jangan Lupa di Komentar ya !

-SatSutPut-

Share My Blog

Facebook Twitter Google Buzz Delicious Digg Stumbleupon
Linkedin Yahoo! Bookmarks Google Bookmarks Reddit Mixx Technorati

Recent Comments