Followers

Selasa, 27 April 2010

FENOMENA ANGKA 19 DALAM AL-QUR’AN

FENOMENA ANGKA 19 DALAM
AL-QUR’AN


Angka 19 mempunyai fenomena tersendiri didalam Al-Qur’an. Dan itu merupakan salah satu bukti dari kebesaran Al-Qur’an.

Seorang sarjana pertanian Mesir bernama Rashad Khalifa, berhasil menyingkap tabir rahasia angka 19 yang terkandung didalam Al-Qur’an secara matematika.

Didalam surat Al Muddatssir: 30-31 Allah Subhanahu wa ta’la berfirman,

“Diatasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga). Dan tiada kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat; dan tidaklah Kami jadikan bilangan mereka itu melainkan untuk dijadikan cobaan bagi mereka orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al Kitab menjadi yakin dan supaya orang-orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al Kitab dan orang-orang Mukmin tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang didalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan); Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?”

Hasil penemuan yang mengejutkan tersebut pernah didemontrasikan pada tahun 1976 didepan umum disebuah pameran Islam sedunia diLondon.

Bacaan Basmallah بسمالله الرحمن الرحيم yang setiap kali dibaca mempunyai 19 huruf arab. Yaitu; Ba ب; sin س ; mim م ; alif ا ; lam ل ; ha ه ; alif ا ; lam ل ; lam ل ; ra ر ; ha ح ; mim م ; nun ن ; alif ا ; lam ل ; ra ر ; ha ح ; yaي ; mim م .

Bacaan Basmallah tersebut terdiri dari beberapa kelompok kata yaitu;
Ismi, Allah, Ar Rahman, dan Ar Rahim.
Penelitian menunjukkan bahwa jumlah dari setiap kata-kata tersebut didalam Al-Qur’an selalu merupakan kelipatan dari angka 19.
Jumlah kata Ismi didalam Al-Qur’an ditemukan sebanyak 19 buah. (19 x 1). Jumlah kata Allah didalam Al-Qur’an ditemukan sebanyak 2698 buah (19 x 142)
Jumlah kata Ar Rahman didalam Al-Qur’an ditemukan sebanyak 57 buah (19 x 3). Jumlah kata Ar Rahim didalam Al-Qur’an ditemukan sebanyak 114 buah (19 x 6)

Apabila faktor pengalinya dijumlahkan maka hasil dari penjumlahan tersebut juga akan merupakan kelipatan dari angka 19. yaitu 1 + 142 + 3 + 6=152. dan angka 152 adalah 19 x 8. Jumlah keseluruhan surat didalam Al-Qur’an sebanyak 114 surat. Atau 19 x 6

Bacaan Basmallah didalam Al-Qur’an ditemukan sebanyak 114 buah (19 x 6) Dengan perincian, sebanyak 113 buah ditemukan dipembuka surah (kecuali surah ke-9). Sedangkan satu lagi disurah ke-27 ayat-30.

Pada surah ke-27 ayat –30 tempat dimana ditemukannya bacaan basmalah, apabila dijumlahkan ayat dan bilangan surahnya maka hasilnya merupakan kelipatan 19, yaitu 27 + 30 = 57 (19 x 3)

Wahyu pertama surah Al-Alaq terdiri dari 19 kata (19 x 1) dan 76 huruf (19 x 4). Wahyu kedua surah Al-Qalam terdiri dari 38 kata (19 x 2). Wahyu ke tiga surah Muzzammil terdiri dari 57 kata (19 x 3).

Wahyu yang diturunkan pertama kali, yang menyatakan ke-Esaan Allah adalah wahyu ke 19.

Surah Al-Alaq tempat wahyu pertama diturunkan terdiri dari 19 ayat dan 304 huruf (19 x 16). Selain itu, apabila surah tersebut dihitung mundur dari belakang Al-Qur’an maka ia dalam urutan ke-19.

Surah Al Qalam diawali huruf nun ن . Setelah diteliti maka jumlah huruf nun tersebut berjumlah 133 (19 x 7)

Surah Asy-Syura dan surah Qaf diawali dengan huruf Qaf ق . Setelah diteliti maka jumlah huruf Qaf didalam dua surah tersebut sebanyak 114 huruf, masing-masing 57 huruf. Ada yang berpendapat bahwa huruf Qaf singkatan dari Al-Qur’an karena Al-Qur’an terdiri dari 114 surah.

Hal lain yang mengherankan, Allah biasanya menyebut kaumnya Nabi Luth dengan sebutan “Qaumu Luuth” yang ditemukan sebanyak 12 kali didalam Al-Qur’an. Namun didalam surah Qaf ayat 13, sebutan tersebut berubah menjadi “Ikhwanu Luuth” yang artinya saudara-saudara Nabi Luth. Seakan akan Allah merubah unsur Qaf didalam kalimat tersebut. Sehingga jumlah huruf Qaf didalam Al-Qur’an tetap berkelipatan 19. jika tidak maka akan berjumlah menjadi 115.

Surah Asy-Syura diawali huruf Ain ع , Sin س , dan Qaf ق . Setelah diteliti maka jumlah ke-3 huruf tersebut pada surah ke-42 adalah kelipatan –19. yaitu Ain 98 huruf, sin 54 huruf dan Qaf 57 huruf. Dan apabila dijumlahkan menjadi (19 x 11).

Surah Yaasiin diawali huruf yaa dan sin. Setelah diteliti jumlah total kedua huruf tersebut pada surah ke-36 merpakan kelipatan 19. Huruf ‘yaa’ berjumlah 237 dan sin 48. dan apabila dijumlahkan 285 atau 19 x 15.

Surah Ar-Ra’d diawali huruf alif ا , lam ل , mim م , dan ro’ ر . Jumlah total huruf tersebut merupakan kelipatan 19. Huruf Alif 605, Lam 480, mim 260, dan ro’ 137. Dan apabila dijumlahkan 1482 atau 19 x 78.

Surah Al-A’raf diawali huruf Alif ا , Lam ل , mimم , dan Shad ص . Jumlah total huruf tersebut merupakan kelipatan dari-19. Huruf Alif 2529, Lam 1530, Mim 1164 dan Shad 97. Dan apabila dijumlahkan 5320 atau 19 x 280.

Surah Maryam diawali dengan huruf Kaf ق , Kha خ , ya ي , Ainع , dan Shad ص . Jumlah total huruf tersebut merupakan kelipatan dari-19. Huruf Kaf 137, Kha 175, Ya’ 343, Ain 117 dan Shad 26. Dan apabila dijumlahkan 798 atau 19 x 42.

Surah Al-A’raf, Maryam, dan Shad diawali huruf Shad ص . Jumlah total huruf tersebut dalam ke-3 surah tersebut merupakan kelipatan dari-19. Dalam surah Al-A’raf terdapat 97 huruf, Maryam 26 huruf, dan Shad 29 huruf. Dan apabila dijumlahkan 152 atau 19 x 8

Pada surah Al-A’raf ayat 69 ditemukan kata basthatan (Jika dieja terdiri dari huruf ba, shad, tha, ta) Padahal lazimnya kata tersebut haruslah dieja dengan huruf ba, sin, tha, ta ( seperti surah Al-Baqarah ayat 247) Menurut riwayat, pada saat turunnya ayat 69 ini, malaikat Jibril menyuruh Nabi Muhammad menuliskan kata basthatan dengan huruf Shad. Namun unsur huruf shad itu tetap harus dibaca huruf sin. Ini ditandai dengan huruf sin ditempatkan sebagai huruf kecil, diatas huruf shad.
Dengan Allah menempatkan huruf shad dalam ayat tersebut, jumlahnya didalam Al-Qur’an menjadi tepat kelipatan 19. jika tidak maka jumlahnya 151.
Angka 19 yang terkandung didalam komposisi literer Al-Qur’an, suatu fenomena tak terbantahkan yang luar biasa. Hal ini merupakan Mu’zizat pada Al-Qur’an, yang sekaligus membuktikan bahwa Al-Qur’an adalah wahyu Illahi.

Sehingga ini semua menepis anggapan bahwa Al-Qur’an buatan Manusia. Melalui uraian ini, kita juga dapat menjadikan bahwa ini semua adalah bukti otentik Al-Qur’an yang tidak akan pernah bisa dipalsukan.

Wallahu ‘alam bish shawab

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima Kasih atas Kunjungan nya !

Jangan Lupa di Komentar ya !

-SatSutPut-

Share My Blog

Facebook Twitter Google Buzz Delicious Digg Stumbleupon
Linkedin Yahoo! Bookmarks Google Bookmarks Reddit Mixx Technorati

Recent Comments