Followers

Selasa, 20 April 2010

Fenomena bulan 28 Maret 2010

Ada fenomena aneh yg terjadi malam ini, Minggu 28 Maret 2010. Tampak bulan dikelilingi cahaya melingkar yg sangat indah! (Diamati baik-baik ya). Entah fenomena apa ini, Foto di ambil malam hari 28 Maret 2010 jam 11an (lokasi foto di Semarang),


Spoiler for Gambar pertama:


Spoiler for Kedua:



Spoiler for Ketiga:





Spoiler for Lihat berita dan tanggal koran:


Spoiler for Artikelnya:
Bulan dikelilingi Cincin Raksasa.

Semarang - Fenomena alam langka yang terjadi Minggu (28/3) malam, terlihat di langit Kota Semarang.
Bulan berada dia atas kepala dikelilingi oleh cincin raksasa. Sepintas cincin besar itu terlihat berwarna putih,
mengelilingi bulan yang berukuran tidak terlalu besar. Kondisi langit yang cerah, membuat fenomena alam tersebut
dapat dilihat secara leluasa. Masyarakat pun tak melewatkan pemandangan menakjubkan itu. Ada yang bergerombol di
luar rumah, di jalan raya, atau di tanah lapang.
Informasi adanya cincin yang mengelilingi matahari tersebar melalui getok tular, baik secara langsung,
telepon, maupun SMS. Kendati demikian, banyak orang yang tak menyadarinya. Sebab berdasarkan pengamatan, fenomena
itu terjadi malam hari. Bulan bercincin mulai tampak sekitar pukul 09.30, dan hingga pukul 23.00 bulan bercincin
itu masih bisa diamati.
Dwi Supriyanto (27), warga Jangli Krajan Kecamatan Candisari, berusaha memotret bulan 'cantik' ini dengan
kamera poket. Namun sayang cincin putih yang melingkari bulan tak nampak.
Menurut sejumlah situs di internet, fenomena cincin di sekitar bulan atau yang disebut halo tak mirip dengan
halo matahari. Halo bulan biasanya tampak pada malam hari dan berwarna putih. Tetapi halo matahari adalah pelangi
berbentuk lingkaran. Halo bulan disebabkan oleh pembiasan cahaya bulan yang merupakan cermin sinar matahari, dari
kristal es di bagian atas atmosfer. Kristal es ini berasal dari pembekuan super tetesan air dingin dan ada di awan
cirrus yang terletak di ketinggian 20.000 kaki atau lebih. Kristal ini berperilaku seperti permata pembiasan, dan
mencerminkan ke arah yang berbeda.
Cincin yang muncul di sekitar bulan berasal dari sinar yang melewati sisi enam kristal es di atmosfer tinggi.
Kristal es ini membiaskan atau menekuk cahaya dengan cara yang sama seperti belokan lensa kamera cahaya. Ciincin
ini memiliki diameter 22 derajat. Kadang-kadang, jika beruntung, bisa dilihat cincin kedua, yang berdiameter 44 derajat.
Bentuk kristal es menghasilkan fokus cahaya ke dalam sebuah cincin. Karena kristal es biasanya memiliki bentuk
yang sama, yaitu bentuk heksagonal, maka cincin bulan hampir selalu berukuran sama. Lingkaran cahaya bisa dihasilkan
oleh sudut pandang yang berbeda dalam kristal, dan lingkaran cahaya dapat dibentuk dengan sudut 46 derajat.

Sumber : Suara Merdeka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima Kasih atas Kunjungan nya !

Jangan Lupa di Komentar ya !

-SatSutPut-

Share My Blog

Facebook Twitter Google Buzz Delicious Digg Stumbleupon
Linkedin Yahoo! Bookmarks Google Bookmarks Reddit Mixx Technorati

Recent Comments