Followers

Selasa, 13 April 2010

Mulai 1 April 2010: Makanan dan minuman di hotel dan Restoran Free PPN 10%

PPN 10% ditiadakan untuk usaha tertentu.


Jangan mau bayar PPN mulai 1 April 2010 berlaku UU No. 42 Tahun 2009 tentang PPN & PPNBM. Intinya mulai sekarang makanan & minuman udah ga kena PPN 10 % lagi!

Ini kutipan UU No. 42 Tahun 2009 tentang PPN & PPNBM pasal 4A butir 2: barang yang tidak dikenai Pajak Pertambahan Nilai adalah barang tertentu dalam kelompok barang sebagai berikut:

1. barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya

2. barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak

3. makanan dan minuman yang disajikan di hotel, restoran, rumah makan, warung, dan sejenisnya, meliputi makanan dan minuman baik yang dikonsumsi di tempat maupun tidak, termasuk makanan dan minuman yang diserahkan oleh usaha jasa boga atau katering

4. uang, emas batangan, dan surat berharga.

Isi UU lengkapnya bisa dilihat di:

http://id-id. facebook. com/note. ph...d=357373796117

dan bisa di download di:

http://www.pajak. go.id/dmdocument s/UU-PPN- 2009.rar



JADI mulai sekarang JANGAN MAU BAYAR PPN lagi kalo beli makanan & minuman di restoran dantempat lainnya! Jangan mau dibegoin ama penjualnya!

Sayangnya sampai hari ini berdasarkan pengalaman PPN masih dikenain ke pembeli, entah karena penjualnya ga tau tentang UU baru ini ato pura-pura ga tau...

Giliran harga minyak naik ato harga sembako naik harga makanan cepet banget naik tapi giliran ada yang begini para penjual makanan terkesan DIEM aja!

2 komentar:

  1. Dear All,

    Ketika kita menyantap makanan di restoran/cafe/rumah makan JELAS TIDAK DIKENAKAN PPN, mengapa??
    Karena makanan dan minuman yang disajikan tersebut telah dikenakan Pajak Restoran; (Peraturan Daerah / Perda No. 8 Tahun 2003 Tentang Pajak Restoran Wilayah Provinsi DKI Jakarta) --> tarif 10%
    Dengan demikian maka KONSUMEN TIDAK AKAN TERKENA DOUBLE TAXATION atas makanan dan minuman
    Jadi jika kita menemukan dalam struk pembayaran makanan dan minuman tertulis Pajak 10% itu bukanlah PPN!!
    (Namun sampai saat ini banyak pihak pengusaha restoran/cafe/rumah makan yang menuliskan Pajak Restoran 10% itu dengan kata PPN dalam struk mereka)

    Untuk penjelasan yang lebih detail, silahkan agan-agan simak di bawah ini ^_^ :

    Pajak di Negara kita ada dua Pajak Pusat dan Pajak Daerah

    Pajak Pusat: (diadministrasikan oleh Direktorat Jenderal Pajak)
    PPh, PPN, PBB, BPHTB dan Bea Meterai

    Pajak Daerah: (diadministrasikan oleh Pemerintah Daerah)
    Pajak Daerah Propinsi
    1. Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan Atas Air
    2. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor dan Kendaraan Atas Air
    3. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor
    4. Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah dan Air Permukaan

    Pajak Daerah Kabupaten/Kota adalah sbb.:
    1. Pajak hotel;
    2. Pajak Restoran; (Peraturan Daerah / Perda No. 8 Tahun 2003 Tentang Pajak Restoran Wilayah Provinsi DKI Jakarta) --> tarif 10%
    3. Pajak hiburan;
    4. Pajak Reklame;
    5. Pajak penerangan jalan;
    6. Pajak Galian C;
    7. Pajak Parkir;

    Makanan dan minuman di restoran/cafe/rumah makan tidak dikenai PPN, bukan lah hal yang baru, pada UU PPN terdahulu juga telah dijelaskan hal yang sama, hanya terdapat penambahan klausa saja dalam ayat 2 bagian c : (chcek this out...^_^)

    Pada Pasal 4A UU PPN No. 18 Tahun 2000
    Penetapan jenis barang yang tidak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai sebagaimana
    dimaksud dalam ayat (1) didasarkan atas kelompok-kelompok barang sebagai berikut :
    a. barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari
    sumbernya;
    b. barang-barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak;
    c. makanan dan minuman yang disajikan di hotel, restoran, rumah makan, warung,
    dan sejenisnya;
    d. uang, emas batangan, dan surat-surat berharga.

    Pada Pasal 4A UU PPN No. 42 Tahun 2009
    Jenis barang yang tidak dikenai PAjak Pertambahan Nilai adalah barang tertentu dalam kelompok barang sebagai berikut:
    a. barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung
    dari sumbernya
    b. barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak
    c. makanan dan minuman yang disajikan di hotel, restoran, rumah makan,
    warung, dan sejenisnya, meliputi makanan dan minuman baik yang dikonsumsi
    di tempat maupun tidak, termasuk makanan dan minuman yang diserahkan oleh
    usaha jasa boga atau katering
    d. uang, emas batangan, dan surat berharga.


    Tengkyu, semoga bermanfaat...

    BalasHapus
  2. wah makasih ya penjelasannya :)

    BalasHapus

Terima Kasih atas Kunjungan nya !

Jangan Lupa di Komentar ya !

-SatSutPut-

Share My Blog

Facebook Twitter Google Buzz Delicious Digg Stumbleupon
Linkedin Yahoo! Bookmarks Google Bookmarks Reddit Mixx Technorati

Recent Comments