Followers

Senin, 26 April 2010

Sang eksekutor 250.000 lebih nyawa manusia

Ingat tragedi bom atom yang membumi hanguskan 2 kota di jepang?
yang secara langsung membuat pihak jepang menarik mundur psukan nya di seluruh asia tahun 45



ini dia selengkapnya



tanggal bom di jatuhkan untuk hiroshima = 6 agustus 1945

tanggal bom di jatuhkan untuk nagasaki = 9 agustus 1945

waktu meledak = 8.15 waktu jepang

presiden usa saat itu = Harry Truman



Spoiler for Harry Truman:




kaisar jepang saat itu = Hirohito

Spoiler for Hirohito:





kekuatan bom = antara 15.000 dan 20.000 TNT

Spoiler for foto2 sewaktu meledak:







nama bom untuk hiroshima = little boy

Spoiler for little boy:




nama bom untuk nagasaki = fatman

Spoiler for fatman:





pesawat yang membawa dan menjatuhkannya = B-29 Flying Superfortress bernama Enola Gay



Spoiler for B-29:





crue awak pesawat B-29 =


Spoiler for daftar crew:

+Crew Enola Gay (pembom Hiroshima): Kolonel Paul W. Tibbets (pilot), Maj.RobertA.Lewis (kopilot), Ted Van Kirk (navigator), Kolonel Laut William S. Parsons (yang mengaktifkan bom sebelum dijatuhkan), Kapten Thomas W. Frebee (juru bidik/pelepas bom),Sersan Bob Caron (defender belakang pesawat bagian ekor untuk menjaga kemungkinan serangan fighter Jepang)

+ Crew Bockscar (pembom Nagasaki) : Major Charles W. Sweeney (sebagai pilot),Captain Charles Albury (kopilot), Kapten James Van Pelt (navigator), Kapten Kermit Beahan (pembom), SSgt Ray Gallagher (gunner/penembak), Edward SSgt Buckley (operator radar)Sersan Abe Spitzer(operator radio),Sersan Albert DeHart (gunner/defender bagian ekor pesawat


Spoiler for crue awak pesawat B-29:





korban jiwa hirosimshima = sekitar 140.000 org meninggal + ribuan cacat seumur hidup

korban jiwa nagasaki = sekitar 80.000 org meninggal + ribuan cacat



Spoiler for foto2 setelah kejadian:



















nih dia orangnya.....

pilotnya = Letkol. Paul W. Tibbets


Spoiler for foto orgnya:







Spoiler for Paul Warfield Tibbets, Jr.:

Paul Warfield Tibbets, Jr. (Quincy, Illinois, Amerika Serikat, 23 Februari 1915–Columbus, Ohio, 1 November 2007) adalah seorang perwira AS yang terkenal sebagai pilot Enola Gay, pesawat yang menjatuhkan bom atom ("Little Boy") di atas kota Hiroshima di Jepang pada tanggal 6 Agustus 1945, pertama kalinya penjatuhan bom atom menimbulkan kematian massal warga sipil. Bom yang dijatuhkan Tibbets menewaskan 140.000 orang Jepang dengan seketika. Pesawat tempur Enola Gay mendapatkan namanya dari ibu Paul Tibbets. Setelah perang, Tibbets naik pangkat di US Air Force dari kolonel ke brigadir pada tahun 1959. Paul Tibbets pensiun dari kedudukan itu pada tanggal 31 Agustus 1966. Ia tak pernah menyesalkan pengeboman Hiroshima, dan mengatakan bahwa bila terjadi keadaan yang sama ia akan mengulanginya.
Setelah kematiannya mayatnya dikremasikan dan dimakamkan di tanah tak bernisan. Ia memastikan bahwa kuburannya takkan pernah bisa menjadi tempat peziarahan bagi penentang penggunaan senjata nuklir.


Spoiler for kata2 Tibbets waktu itu:

"Satu cahaya yang terang memenuhi pesawat," begitu tulis Tebbits. "Kami memutar pesawat kembali untuk melihat Hiroshima. Kota tersebut tersembunyi di balik awan yang mengerikan itu... mendidih, mengembang berbentuk jamur." Setelah itu, beberapa saat tidak ada yang bicara. Namun berikutnya, semua orang bicara. "Lihat itu! Lihat itu! Lihat itu.....! " seru kopilot Robert Lewis sambil memukul bahu Tibbets. Lewis mengatakan ia bisa merasakan pembelahan atom - proses yang terjadi ketika bom atom meledak. Rasanya seperti timah hitam. Ia lalu berbalik untuk menulis dalam catatannya. "Tuhan," tanyanya pada diri sendiri, "Apa yang telah kami lakukan?"


"Anyway begitulah sifat seorang kaki tangan negara, perintah atasan bagaikan perintah Tuhan"

salah satu korban selamat



Spoiler for salah satu korban selamat:




alasan Amerika Serikat ngebom jepang cuma gara2 salah translate?

Spoiler for alasan as ngebom jepang:

Tanggal 26 Juli 1945 pihak sekutu menyiarkan hasil Deklarasi Postdam yang menyatakan agar pihak Jepang menyerah tanpa syarat dalam PD II, kalau tidak akan diserang. Pada saat itu, pemerintah Jepang menerima tekanan pula dari rakyatnya yang menuntut keras deklarasi tersebut. Selain itu, pemerintah juga menunggu tindakan Uni Soviet yang tetap netral tidak menyerang Jepang.

Keesokan harinya, PM Jepang, Suzuki Kantarou, mengadakan pidato kenegaraan di radio yang disiarkan ke seluruh penjuru bumi. Pidatonya berbunyi, "Seifu wa kore o mokusatsu shi, aku made sensou kanchiku ni maishin suru."

Kantor berita Doumei menerjemahkan menjadi "Goverment is ignoring the declaration and until then we still go forward with the war solution." Pemerintah AS yang mendengarnya mengira "ignoring" sama dengan "rejecting" dan 10 hari kemudian menjatuhkan bom atom di Hiroshima yang berakibat Jepang akhirnya menyerah pada sekutu.

Kata yang bermasalah tersebut adalah "mokusatsu". Seorang ahli bahasa yang bergerak di bidang kesalahan penerjemahan, Torikai Kumiko, mengatakan bahwa arti yang sebenarnya dan cocok adalah "give it the silent treatment" yang berarti pemerintah Jepang akan diam saja dan menunggu tindakan Uni Soviet.

Jika kita ambil hikmahnya, berarti kesalahan terjemahan telah menbuat sejarah dunia. Hal ini juga mempengaruhi kemerdekaan Indonesia. Jikalau hal ini tidak terjadi, Jepang tidak akan menyerah kepada sekutu dan Indonesia tetap terjajah.

1 komentar:

Terima Kasih atas Kunjungan nya !

Jangan Lupa di Komentar ya !

-SatSutPut-

Share My Blog

Facebook Twitter Google Buzz Delicious Digg Stumbleupon
Linkedin Yahoo! Bookmarks Google Bookmarks Reddit Mixx Technorati

Recent Comments