Followers

Minggu, 11 April 2010

Wayang Listrik dari Bali gan sebuah IDE cemerlang

Wayang Listrik Dari Bali

Quote:
Bali, pulau yang kaya dengan seni, ternyata memiliki seniman-seniman berbakat yang mendedikasikan dirinya untuk kesenian. Termasuk di antaranya adalah seorang pedalang muda, Made Sidia, yang sejak belajar sekolah seni di Denpasar telah bereksperimen dengan berbagai metode untuk memberikan presentasi visual yang lebih menarik dalam pertunjukkan wayang kulit.
Quote:
Pertunjukan terbarunya adalah apa yang ia namakan dengan wayang listrik dan baru saja digelar pada saat pembukaan Art Summit Indonesia V di Taman Ismail Marzuki pada tanggal 26 Oktober lalu. Ia berhasil menampilkan tontonan wayang klasik dengan sentuhan modern. Wayang listrik adalah hasil dari eksperimen dengan menggunakan elemen-elemen pertunjukkan modern untuk membuat pertunjukan wayang tidak hanya menarik secara visual tapi juga menyajikan cerita yang indah dengan tetap menjaga integritas dan kejernihan cerita dan pesan-pesan yang ingin disampaikannya.
Quote:
Teater Wayang Listrik ini digarap Made Sidia dengan menggunakan tiga layar dalam ukuran berbeda. la juga menggunakan proyektor untuk menampilkan rekaman video dan gambar-gambar digital sebagai latar belakang dihampir sebagian besar adegan dalam pementasannya, juga permainan cahaya dan instrumen musik modern. Dengan brilian ia menggabungkan musikgamelan dan instrumen modern, seperti drum dan gitar, serta gerakan tari yang merekatkan pertunjukan ini menjadi satu keutuhan.
Quote:
Untuk menaklukkan ruang yang lebar, Made Sidia mengerahkan beberapa orang dalang yang memainkan wayang secara bergantian. Dengan bantuan papan luncur (skateboard), setiap dalang dapat dengan mudah berganti-ganti posisi sesuai dengan peran yang tengah dimainkannya. Pemakaian papan luncur ini telah menjadikan mereka dijuluki Wayang Skateboard oleh komunitas orang asing di Bali. Dalam keseluruhan pertunjukan, Sidia tetap menjadi narator di samping ikut memainkan wayang bersama dalang lainnya.
Quote:
Made Sidia bukan nama baru dalam dunia perwayangan. Bahkan, metodenya yang kontemporer telah membawa pertunjukan wayang Bali ini memasuki era baru dan karyanya telah dipertunjukkan di berbagai pentas di dalam dan luar negeri. Jika pertunjukan wayang tradisi memakai blencong, atau lampu kuno yang dinyalakan dengan minyak kelapa untuk memproyeksikan wayang ke layar, maka karya kontemporer menggunakan proyektor yang dioperasikan oleh komputer.
Quote:
Pemakaian komputer memberikan gambar dan visual effect yang lebih jelas sebagai latar dalam pertunjukkan, menampilkan gambar-*gambar yang berbeda, dari hutan, gunung, candi dan laut - baik berwarna maupun hitam putih, membuat pertunjukan wayang kulit kontemporer lebih menyerupai pertunjukan film.
Spoiler for Picnya gan:


Spoiler for Picnya gan:


Spoiler for Picnya gan:

Spoiler for pelakunya gan:

Dalang dibalik IDE cemerlang ini



 sumber : kaskus.us

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima Kasih atas Kunjungan nya !

Jangan Lupa di Komentar ya !

-SatSutPut-

Share My Blog

Facebook Twitter Google Buzz Delicious Digg Stumbleupon
Linkedin Yahoo! Bookmarks Google Bookmarks Reddit Mixx Technorati

Recent Comments