Followers

Rabu, 12 Mei 2010

Awan coklat yang Berbahaya

Spoiler for awan coklat:
Awan putih terlihat di langit setiap hari. awan putih jadi ciri khas Planet Bumi. Jika dilihat dari Antariksa, Planet Bumi tampak berwarna birun dan berawan putih. Namun, awan planet bumi berubah sejak 20 tahun terakhir . sebagian awa planet bumi berwarna coklat. Awan cokelat ini menyelimuti daerah Timur Tengah, India, Afrika, dan Amerika.


Spoiler for picnya nih :


Spoiler for Bahayanya awan coklat:
1. a. Hujan yang dihasilkan awan coklat berupa air yang kotor dan gelap.
b. Jika hujan awan cokelat turun dipegunungan salju, maka salju jadi berwarna gelap.
c. salju yang berwarna gelap kurang memantulkan cahaya matahari ,
d. akibatnya, sinar matahari diserap salju dan salju jadi cepat mencair. es pun jadi meleleh

2. a. awan coklat mengurangi sinar matahari sampai ke tanaman.
b. akibatnya fotosintesa tanaman berkurang. produksi padi bisa turun.
c. manusia dapat kekurangan makanan dimasa depan

3. Lembaga PBB menyerukan penduduk bumi harus mengurangi karbon hitam. misalnya,
a. mesin mobil tidak boleh mengeluarkan asap hitam menghasilkan awan coklat.
b. dan awan coklat menyebabkan suhu atmosfer bumi meningkat 2.3 drajat celcius.
c. awan coklat sama bahaya dengan gas karbon dioksida.
d. awan coklat adalah penyebab pemanasan planet bumi atau global warming


Spoiler for lebih lengkap lagi :
Awan coklat yang terbentuk di atmosfer itu merupakan campuran partikel, ozon, dan zat kimia yang keluar dari knalpot kendaraan yang menyebabkan kerusakan environment yang jauh lebih besar. Cepatnya penyebaran selimut awan tebal yang ternyata dapat menyembunyikan matahari dan menyerap radiasi panas yang dipancarkan akan membawa ancaman baru bagi manusia. Problem kesehatan yang diasosiasikan dengan polusi partikulat, seperti gangguan pernafasan dan kardiovaskular serta kematian premature.

Then buat temen2 yang berdomisili di kota2 besar yang ada diatas, just keep ur health also ur self. But nothing to worry that Allah is Always side Us n-n aaaaamiin.

disebarin dan ditulis oleh adiva "yink" fathiyah
Sumber: Koran TEMPO

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima Kasih atas Kunjungan nya !

Jangan Lupa di Komentar ya !

-SatSutPut-

Share My Blog

Facebook Twitter Google Buzz Delicious Digg Stumbleupon
Linkedin Yahoo! Bookmarks Google Bookmarks Reddit Mixx Technorati

Recent Comments