Followers

Kamis, 13 Mei 2010

Mecca Royal Clock Hotel Tower - Menara Jam TERBESAR DI DUNIA

Mecca Royal Clock Hotel Tower

Abraj Al-Bait



Quote:
Menjadi bangunan tertinggi kedua di dunia dengan ketinggian mencapai 595 meter.
Berukuran 6 kali lebih besar dari Big Ben di London.
Terbuat dari beton dan dengan puncak menara terbuat dari logam berbentuk bulan sabit setinggi 155 meter. Jika selesai luas areal itu mencapai 1,5 juta meter persegi.


Quote:
Jam raksasa buatan Jerman itu akan menjadi yang terbesar di dunia, dengan lebar 45 meter dengan ketinggian di setiap keempat sisi tower 43 meter. Jam besar itu akan terlihat dari jarak 17 kilometer saat malam hari dan 11-12 kilometer di siang hari.
Tujuh kompleks hotel senilai 3 milyar dollar ini akan memiliki 3.000 kamar dan suite, yang sebagian besar menghadap ke Masjidil Haram. Sebagai tambahan, Abraj Al-Bait akan memiliki shopping mall 4 lantai dan kawasan parkir yang dapat menampung ribuan mobil.
Menara jam Mekkah juga akan berisi sebuah museum Islam dan observatorium astronomi yang dapat digunakan untuk tujuan ilmiah dan religius.
KONVERENSI DOHA
Quote:
Doha, Qatar April ini sejumlah ilmuwan Islam berkumpul, mendiskusikan pengalihan perhitungan waktu Greenwich Mean Time (GMT) menjadi Makkah sebagai awal mula perhitungan waktu. Konferensi ilmiah yang dibuka oleh Dr Yusuf Qaradhawi itu bertajuk: ”Makkah Sebagai Pusat Bumi, Antara Praktik dan Teori”. Selain Yusuf Qaradhawi, hadir pula sebagai pembahas geolog Mesir, Dr Zaglur Najjar, yang juga dosen ilmu bumi di Wales University, Inggris dan saintis yang memelopori jam Makkah, Ir Yaseen Shaok. Makkah berada di titik lintang yang persis lurus dengan titik magnetik di Kutub Utara. Kondisi ini tak dimiliki oleh kota-kota lain, bahkan Greenwich yang ditetapkan sebagai meridian nol.
Penetapan Greenwich sebagai mula perhitungan waktu dilakukan oleh Inggris yang kala itu merupakan kekuatan kolonial super power dunia. Karenanya, sangat wajar, jika Makkah ditetapkan sebagai titik nol meridian, menggantikan Greenwich.
Ulama Dr. Syeikh Yusuf Al-Qaradawy, mengatakan, sains modern akhirnya menunjukkan bukti bahwa Mekah berada di pusat bumi yang sebenarnya, yang sekaligus merupakan bukti tentang keagungan arah Kiblat.
Pembuktian bahwa Kabah merupakan poros bumi dapat kita buktikan dengan adanya zero magnetism area pada kutub utara dan selatan bumi ini, di tempat itulah sebuah kompas tidak akan menunjukkan arah utara karena telah berada di zero magnetism area.
Quote:
Proses Pembangunan
Spoiler for :
Quote:
Proses Pembangunan
Spoiler for :
Quote:
Proses Pembangunan
Spoiler for :
Quote:
Proses Pembangunan
Spoiler for :
Quote:
Perbandingan dengan Gedung Lain
Spoiler for :
Quote:
Kalau Sudah Jadi
Spoiler for :
Quote:
Kalau Sudah Jadi
Spoiler for :
Quote:
Kalau Sudah Jadi
Spoiler for :
Quote:
Kalau Sudah Jadi
Spoiler for :
Quote:
Kalau Sudah Jadi
Spoiler for :
Quote:
Construktornya
Spoiler for :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima Kasih atas Kunjungan nya !

Jangan Lupa di Komentar ya !

-SatSutPut-

Share My Blog

Facebook Twitter Google Buzz Delicious Digg Stumbleupon
Linkedin Yahoo! Bookmarks Google Bookmarks Reddit Mixx Technorati

Recent Comments