Followers

Sabtu, 08 Mei 2010

Pianis Tunanetra Dapat Anugerah MURI



Sumber:http://showbiz.vivanews.com/news/rea..._anugerah_muri
Bagus Adimas Prasetyo, lelaki yang lahir pada 30 Desember 1987 ini bisa dibilang istimewa, mengapa?

Walau punya kekurangan sebagai tunanetra alias buta, tapi pria satu ini punya sentuhan perasaan yang kuat terhadap alat musik piano.

Bagus telah diganjar penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia, karena dengan mulus memainkan karya berjudul "Permata Berlian" terdiri dari 3 bagian dan memainkan beberapa Mahakarya Musik Kadarusman, antara lain; "Bungong Jeumpa", "Ayam Den Lapeh", "Alusia", "Ayo Mama", "Bengawan Solo", "Karangan Bunga Dari Selatan" yang pernah dipopulerkan Kris Biantoro dan "Fragmen" karya Jaya Suprana yang berdurasi 1 jam 15 menit.

Lelaki berperawakan besar yang pernah meraih penghargaan bergengsi yakni Bubi Chen Award tahun 2006 tersebut, mungkin tak pernah melihat secara visual dunia ini secara nyata.

Saat jari jemarinya bersentuhan dengan tuts piano, kekurangan fisik Bagus seakan terlupakan, yang ada hanyalah seorang pianis yang bermain piano seperti layaknya orang normal.

Jaya Suprana, pemilik Jaya Suprana School of Performing Arts, memfasilitasi talenta Bagus yang luar biasa ini untuk sekedar membuktikan bahwa seorang tunanetra bisa bermain piano dengan sangat baik.

"Ini untuk meningkatkan prestasi saya, setelah ini kalau diminta pak Jaya Suprana rekaman ya rekaman dan memecahkan rekor ini sebagai langkah awalnya," tutur Bagus yang masih kental dengan logat Jawa ini di Atrium Mall Indonesia, Kelapa Gading, belum lama ini.

Jaya Suprana sebagai founder Yayasan MURI kagum dengan kemampuan Bagus hingga menurutnya layak diberikan penghargaan MURI.

"Beliau adalah pianis tunanetra yang melakukan ini, silahkan yang lain mengikuti tapi beliau adalah yang pertama dan layak mendapat rekor MURI," ungkap lelaki bertubuh tambun ini.

Jaya juga menggantungkan harapan tinggi terhadap Bagus sebagai pianis tunanetra yang hebat dan mengharapkan Bagus bisa mengikuti ajang Java Jazz Festival tahun depan.

"Kita bisa membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia punya musisi tunanetra yang berkualitas," ucap Jaya.


Pianis Termuda Tuna Netra dan Autis dan Pianis Jazz Tuna Netra Termuda



Sumber:http://www.ripiu.com/article/read/pi...s-jazz-termuda

Dalam rangka memperingati HUT MURI yang ke-20, tahun 2010 dilaksanakan kegiatan pengujian sekaligus penyerahan sertifikat MURI bagi insan Indonesia yang berprestasi. Kegiatan berlangsung pada 03 Pebruari 2010 di Jaya Suprana School of Performing Art, Mall of Indonesia, Jakarta Utara. Michael Anthony Pianis Tuna Netra dan Autis Mempergelar Sonata Karya Wolfgang Amadeus Mozart Termuda Pianis Tuna Netra dan Autis Mempergelar Sonata Karya Wolfgang Amadeus Mozart Termuda.

Michael Anthony dan Ade Irawan adalah contoh nyata premis bahwa di balik kekurangan manusia, pasti Tuhan membekalinya dengan kelebihan juga. Michael dan Ade adalah sama-sama penderita tuna netra dan berkebutuhan khusus (autis). Namun keduanya mampu membuktikan meski tak bisa melihat, namun pendengaran dan kemampuan analisa otak mereka terhadap nada jauh melampaui kekurangannya.

Michael di usianya yang ke 7 tahun, telah mampu menguasai lebih dari seratus lagu, mulai dari aliran klasik hingga pop. Ia mampu menguasai musik-musik dari Mozart, Chopin, Liszt dengan tingkatan yang menurut Jaya Suprana, susah dilakukan oleh orang dewasa normal sekalipun. Michael juga memiliki bakat khusus dalam menguasai sebuah lagu. Ia cukup mendengarkannya sekali atau dua kali, dan selanjutnya ia mencari nada-nada musik yang telah didengarnya itu dengan cepat.

Sementara Ade Irawan, kini 15 tahun, adalah pianis remaja yang telah malang melintang di dunia jazz dan blues hingga ke Chicago Amerika Serikat. Ade yang jago main piano secara otodidak ini, mempunyai jadwal ber-jam session dengan musisi-musisi jazz dan blues setiap pekan di kandang musik jazz dan blues Amerika itu.

2 komentar:

  1. M Ade Irawan akan mempergelarkan 'Solo-Piano-Recital' (at "the Opera House" - Sydney, Australia, on May 31st, 2011). Tujuan dari resital antara lain untuk mempromosikan Indonesia, dan membawa nama baik tunanetra Indonesia yg berbakat di bidang musik. Oleh karena itu, direncanakan setidaknya 100 tunanetra Australia dari 'local blind association' akan hadir dlm resital termaksud. Keterangan lebih lanjut dapat dihubungi Bpk. Jaya Suprana, yg akan 'memandu' resital tsb..... Please wish him luck !!

    BalasHapus

Terima Kasih atas Kunjungan nya !

Jangan Lupa di Komentar ya !

-SatSutPut-

Share My Blog

Facebook Twitter Google Buzz Delicious Digg Stumbleupon
Linkedin Yahoo! Bookmarks Google Bookmarks Reddit Mixx Technorati

Recent Comments