Followers

Selasa, 11 Mei 2010

Rekor suhu tertinggi, 2 milyar derajat celcius

Rekor suhu tertinggi, 2 milyard derajad celcius


Untuk membuat air supaya mendidih perlu suhu 100 derajat C, melumerkan besi murni perlu suhu setinggi lebih dari 1500 derajat C, namun, tahukah Anda berapakah suhu buatan tertinggi yang dibuat manusia di bumi? Ilmuwan dari New Mexico, AS baru saja memecahkan sebuah rekor. Ia bisa membuat suhu tertinggi mencapai 2 miliar derajad celcius (3,6 miliar derajad Fahrenheit). Menurut laporan Live Science, bahwa ilmuwan dari Laboratorium Nasional Sandia berhasil menciptakan gas ultra tinggi dengan mesin yang bersandi Z, lebih berlipat ganda tingginya dibanding temperatur mutlak 15 juta derajad celcius pada temperatur dalam matahari, ini adalah suhu tertinggi tak terikat yang tercapai di bumi.

Hal ini benar-benar sangat menakjubkan mengingat ilmuwan sendiri juga tidak tahu bagaimana hal ini bisa terwujud. Pemimpin rancangan proyek ini, Chris Deeney menuturkan, “Awalnya, kami belum yakin, bahkan kami mengulang berulang kali untuk membuktikan kepastian yang kami peroleh.” Seorang humas di laboratorium tersebut mengatakan bahwa selama ini ledakan termonuklir hanya bisa mencapai puluhan sampai ratusan juta derajad, percobaan fusi nuklir atau penggabungan inti lainnya mungkin mencapai 500 juta derajat.


Mesin Z di Laboratorium Nasional Sandia.New Mexico, AS.
Cahaya busur dan kilatan listrik yang terbentuk di batas permukan
air dan gas melintas di antara konduktor logam.

Disebutkan, mesin Z adalah alat pengeluaran sinar X yang terbesar di dunia, yang digunakan untuk menguji material di bawah tekanan dan bersuhu ekstra tinggi. Mesin Z didesain untuk mencapai temperatur mendekati target yang dibutuhkan untuk membakar reaksi peleburan nuklir yang terkontrol. Berdasarkan metode “jepitan Z” yaitu membatasi dan memadatkan plasma gas untuk mendapatkan temperatur tinggi. Selain menggunakan daerah magnetik eksternal untuk membatasi plasma, seperti halnya pada lahirnya plasma “tradisional”, susunan silindris dari kabel metal yang halus yang terletak dalam mesin Z inti dihancurkan dengan 20 miliar Amp arus listrik. Metal ini kemudian menguap secara instan menjadi plasma gas dari ion yang diisi dan elektron. Partikel-partikel tersebut dipadatkan menjadi pipa setipis pensil pada kecepatan tinggi oleh daerah magnetik yang kuat bersamaan dengan arus listrik. Pada saat partikel tersebut tidak dapat dipadatkan lagi, mereka memancarkan energi sebagian besar berupa sinar X yang mencapai temperatur beberapa miliar derajad. Temperatur yang terakhir dicapai yaitu- miliar derajat—dihasilkan ketika tim mengganti kabel tungsten biasa dengan kabel besi, berjarak lebih dari dua kali jauhnya dari normal.

Peneliti dari Laboratorium Sandia hingga sekarang masih belum paham bagaimana perangkat itu memecahkan rekor temperatur tinggi yang baru tersebut. Sebagian sebabnya mungkin karena ukuran wires-nya diganti dengan yang lebih tebal, sehingga plasma dapat bereaksi lebih cepat dan menghasilkan temperatur yang lebih tinggi.

Yang membingungkan ilmuwan adalah, di luar dugaan suhu tinggi muncul yang secara teoritis seharusnya kehilangan energi dan menjadi dingin sesudah itu. Lagipula ketika mencapai suhu tinggi, mesin Z masih bisa mengeluarkan energi yang lebih besar dibanding energi input semula, kondisi seperti ini biasanya hanya terjadi pada reaktor nuklir.

Pada 24 Februari lalu, Phyisial Review Letters, sebuah laporan tentang prestasi tim dan penjelasan yang mungkin dilakukan oleh konsultan Sandia Malcolm Haines, yang terkenal dengan hasil karyanya “jepitan Z” di Kampus Imperial London, menduga bahwa ada energi tertentu yang belum diketahui yang dibawa masuk ketika gerakan plasma mulai melambat sehingga mesin tersebut mampu menghasilkan energi yang tertinggi.

1 komentar:


  1. Semua akhli sepakat bahwa panas di bagian Inti Matahari
    mencapai 15 Juta Derajat Celcius.
    Dalam sebuah diskusi rutin saya bertanya kepada Ki Mandalajati Niskala:
    “Ki, berapa panas di bagian Inti Matahari”?
    Mandalajati Niskala menjawab: “SEDINGIN AIR PEGUNUNGAN”.
    Saya jadi penasaran khawatir Ki Mandalajati Niskala salah
    mendengar pertanyaan sehingga salah memberikan jawaban.
    Saya mengulang pertanyaan:
    “KI, BERAPA PANAS DI BAGIAN INTI MATAHARIIIIIIII”?
    Beliau serentak menjawab:
    “PANAS DI BAGIAN INTI MATAHARIIIIIIII
    ADALAAAAH SEDINGIIIIIN AIIIIR PEGUNUNGAAAAAAN”.
    Beliau menambahkan:
    “KALAU TIDAK PERCAYAAAAA SILAKAN BUKTIKAN SENDIRIIIII”.
    Saya kaget: “WOOOOOOOOOW MANDALAJATI NISKALA GILAAAAAAA……!”
    Beliau mengatakan bahwa kulit Matahari memang sangat panas,
    tapi suhu Inti Matahari TETAP SEDINGIN AIR PEGUNUNGAN.
    Mandalajati Niskala sangat logis menjelaskan kepada banyak
    pihak bahwa MATAHARI ADALAH GUMPALAN BOLA AIR RAKSASA
    YANG BERADA PADA RUANG HAMPA BERTEKANAN MINUS,
    SEHINGGA DI BAGIAN SELURUH SISI BOLA AIR RAKSASA TERSEBUT
    IKATAN H2O PUTUS MENJADI GAS HIDROGEN DAN GAS OKSIGEN,
    YANG SERTA MERTA AKAN TERBAKAR DISAAT TERJADI
    PEMUTUSAN IKATAN TERSEBUT.
    Suhu kulit Matahari menjadi sangat panas karena Oksigen
    dan Hidrogen terbakar, tapi suhu Inti Matahari
    TETAP SEDINGIN AIR PEGUNUNGAN.
    Mandalajati Niskala menegaskan:
    “CATAT YA SEMUA BINTANG TERBUAT DARI AIR DAN SUHU PANAS
    INTI BINTANG SEDINGIN AIR PEGUNUNGAN. TITIK”.
    Begitu kata Mandalajati Niskala.
    Memang mandalajati Niskala ORANG GILA KALIIIIII…..!!!
    TEORI YANG SUDAH MAPAN AMBRUK DIANTITESIS.

    Filsuf Sunda Mandalajati Niskala dalam banyak dialog
    sering mengungkap rahasia ke~Jagatraya~an.
    Beliau banyak melontarkan hipotesa,
    bahkan sering menyatakan antitesis yang sangat fenomenal
    terhadap kemapanan ilmu pengetahuan.
    Belakangan ini Mandalajati Niskala ‘berantitesis’:
    “GAYA GRAVITASI BUKAN DITIMBULKAN OLEH ADANYA
    MASSA PADA SEBUAH ZAT ATAU BENDA”.
    Berbicara soal Gravitasi, banyak Para Akhli bertanya:
    “Bagaimana Jika Gaya Gravitasi Bumi Menghilang”?
    Menurut Mandalajati Niskala:
    “Pasti semua orang DENGAN MUDAH SEKALI dapat membayangkan sebuah
    keadaan yang akan terjadi jika Bumi kehilangan Gaya Gravitasi”.

    Kata Mandalajati Niskala jika ada pertanyaan seperti itu,
    SEBENARNYA PERTANYAAN KURANG MENARIK.
    Mungkin tiga pertanyaan dari Mandalajati Niskala di bawah ini
    cukup menantang bagi orang-orang yang mau berpikir:
    1) BAGAIMANA TERJADINYA GAYA GRAVITASI DI PLANET BUMI?
    2) BAGAIMANA MENGHILANGKAN GAYA GRAVITASI DI PLANET BUMI?
    3) BAGAIMANA MEMBUAT GAYA GRAVITASI DI PLANET LAIN YG TIDAK MEMILIKI GAYA GRAVITASI?
    Pernyataan yang paling menarik dari Mandalajati Niskala sbb:
    1) Matahari tidak memiliki Gravitasi tapi memiliki ANTI GRAVITASI.
    2) Suhu di Inti Matahari SEDINGIN AIR PEGUNUNGAN,
    padahal kata Para Akhli di seluruh Dunia suhu Inti Matahari
    LIMA BELAS JUTA DERAJAT CELCIUS.
    3) Jumlah bintang di alam semesta adalah 1.000.000.000.000.000.000.000.000.000
    4) Jumlah galaksi di alam semesta adalah 80.000.000.000.000
    5) Jumlah bintang di setiap galaksi sekitar 13.000.000.000.000

    Saya mendapat penjelasan dari Mandalajati Niskala,
    namun tentu tidak akan saya jelaskan kembali disini.
    Yang pasti Filsuf Sunda Mandalajati Niskala
    memiliki semua jawaban tersebut secara tuntas.

    Memang pernyataan Mandalajati Niskala membuat para akhli geleng kepala.
    Mandalajati Niskala pantas juga menyandang gelar
    Sang Pembaharu Dunia di Abad 21

    Selamat berfikir
    @Sandi Kaladia

    BalasHapus

Terima Kasih atas Kunjungan nya !

Jangan Lupa di Komentar ya !

-SatSutPut-

Share My Blog

Facebook Twitter Google Buzz Delicious Digg Stumbleupon
Linkedin Yahoo! Bookmarks Google Bookmarks Reddit Mixx Technorati

Recent Comments