Followers

Jumat, 30 April 2010

Penemu Bentuk Peniti Yang Aman Seperti Saat Ini

Dalam kehidupan sehari-hari, peniti tentu sudah tidak asing lagi bagi kita. Di sebagian wilayah Indonesia peniti dijadikan simbol kebudayaan seperti di Jawa dan Bali.



Peniti identik dengan perempuan sebab memiliki fungsi sebagai pengait atau kancing pada baju kebaya dan kamben (kain) yang biasa dikenakan perempuan. Namun pernahkah terlintas dalam benak kita untuk mengetahui siapakah orang yang berjasa pada penemuan kecil ini?

Berterimakasihlah kepada Walter Hunt seorang penemu asal Winchester, Amerika Serikat. penemuan yang diciptakan sekitar tahun 1849, dilatar belakangi oleh tekanan untuk membayar hutang 15 dollar kepada temannya.


Walter Hunt lahir 29 Juli 1796, di Martinsburg, New York. Ia merupakan anak bungsu dari pasangan Sherman dan Rachel Hunt. Semenjak kecil, Hunt tinggal dikota kelahirannya. Ia mendapatkan pendidikan dasarnya di sebuah sekolah kecil yang memiliki satu ruang kelas. Pada 1817, Hunt lulus dari kuliah di Masonry. Setelah lulus ia menikah dengan Polly Loucks dan memiliki 4 orang anak.

Hunt mengembangkan karir intelektualnya di bidang usaha tekstil yang pada saat itu menjadi mata pencaharian utama masyarakat kota Lowville, sebuah kota kecil di Lewis Country, New York. Ia bersama keluarganya membangun bisnis tekstil kain wol dan katun.

Bersama saudara laki-lakinya Hiram Hunt, ia merintis di bidang jasa pemintalan wol. Namun, bisnis itu tidak berlangsung dikarenakan mengalami kerugian yang cukup besar.

Meski disibukkan oleh pekerjaannya, Hunt yang juga pintar di bidang mekanik ini masih sempat menciptakan beberapa barang yang berguna bagi kepentingan publik, di antaranya adalah alat pemintal benang, alat pengasah pisau, bel untuk mobil jalanan, tungku pembakar batubara, batu buatan, mesin pembersih jalan, pengeruk es dan mesin pembuat surat. Namun hasil temuannya ini tidak membantu untuk meningkatkan ekonomi keluarganya.

Bahkan Hunt yang lebih memilih untuk menikah muda ini, harus susah payah untuk melunasi hutang kepada temannya sebanyak 15 dollar. Dari tekanan dan kegelisahan, ia berpikir untuk menciptakan sesuatu yang akan menolongnya melunasi hutangnya.

Suatu ketika, Walter Hunt sedang memilin potongan kabel hingga terciptanya sebuah peniti. Pada waktu itu peniti digunakan sebagai alat bantu untuk menyematkan kain tanpa kancing. Bahkan, peniti ini biasanya dipakai untuk mengaitkan celana dengan atasan yang digunakan sebagai representasi pakaian pekerja muda saat itu.

Agar tidak ditiru oleh orang lain, Hunt memantenkan peniti ciptaannya Pada 10 April 1849. Kelak di kemudian hari, hak paten tersebut dia jual dengan harga 400 dollar. Tanpa menyadari bahwa dia sebenarnya bisa mendapatkan miliaran dolar dari hasil penemuannya itu.

Sebelum ditemukan oleh Walter Hunt, sebenarnya peniti telah dikenal sejak 14 abad sebelum masehi di Micenae. Peniti tradisional itu disebut fibulae yang fungsinya serupa dengan peniti yang kita pakai sekarang.


Namun ujungnya tak tertutup sehingga sering melukai pemakainya dan tak mempunyai per sehingga tak dapat memegang dengan erat. Namun kegunaan peniti baru bisa dinikmati manfaatnya setelah walter Hunt berhasil menemukan peniti yang lebih simpel dan sederhana dan aman digunakan.

Dalam perkembangannya peniti digunakan gaya hidup oleh subkultur atau komunitas punk. Komunitas ini menggunakan peniti sebagai salah satu style yang populer sejak pertengahan 1970-an di Inggris Raya.

Gaya itu dinyatakan pertama kali muncul berkat kreasi Richard Hell dan semakin populer karena fotonya dimuat di majalah komunitas punk. Disain peniti ini juga sudah berkembang dan bermacam-macam dan berwarna warni dan sering ditambahin pernak-pernik sebagai hiasan baju. Bahkan, peniti juga dijadikan sebuah hadiah penghargaan dengan terbuat dari emas.



Walter Hunt meninggal pada tanggal 8 Juni 1859 dikarenakan penyakit Pneumia. Jasadnya dikuburkan di pemakaman Green-Wood di Brooklyn, New York. Hingga sekarang masyarakat negeri paman sam mengenangnya sebagai seorang yang banyak menciptakan inovasi baru dalam bidang penemuan.

Meski telah menciptakan banyak penemuan, hingga akhir hayatnya Hunt tidak pernah menikmati hasil keuntungan dari ciptaannya.

Pemandangan 3D menakjubkan Terbuat Dari Makanan Sepenuhnya

Quote:
Lain kali Anda mencoba untuk mencari tahu apa yang harus dilakukan dengan sisa-sisa makanan di dalam lemari es Anda, lihat karya fotografer Inggris Carl Warner dengen inspirasi nya. Carl menciptakan pemandangan menakjubkan ini dengan bantuan penata makanan dan pembuat model sebelum menembak dengan susah payah setiap babak dalam lapisan,Carl berharap akan mendorong anak-anak untuk makan-makanan lebih sehat, meskipun dia masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan anak-anaknya untuk makan sayur-sayuran.Jika sebelumnya Anda tidak lapar, Anda akan lapar setelah melihat pict berikut ini !

1 Pemandangan di sebuah desa
Spoiler for pemandangan sebuah desa:


2. Pemandangan di laut
Spoiler for Pemandangan laut:


3 Pemandangan air terjun
Spoiler for Pemandangan air terjun :


4. Pemandangan sebuah desa pegunungan
Spoiler for sebuah desa pegunungan:


5. Pemandangan pesisir pantai
Spoiler for Pesisir pantai:


6. Pemandangan di persawahan
Spoiler for persawahan:


7. Pemandangan rumah penduduk
Spoiler for Rumah penduduk:

Cokelat Unik Bercita Rasa Tradisional! Pengemar Coklat



Cokelat yang satu ini memang bukan sembarang cokelat karena bentuknya dibuat unik dan khas Indonesia. Ada yang seperti kain batik, ulos, keris, topeng bali, wayang hingga aneka praline unik berisi bir pletok, bajigur, dan wedang jahe. Tertarik mencicipinya..?

Ternyata rasa cinta terhadap kebudayaan Indonesia bisa diwujudkan dalam beragam cara. Salah satunya adalah seperti yang dilakukan oleh tim pastry Hotel Sari Pan Pacific Jakarta. Di bulan April ini Sari Delicatessen meluncurkan seri produk cokelat terbaru yang bertemakan 'The Art of Chocolate Heritage'.

Seperti tema yang diusung cokelat-cokelat yang ditawarkan mengambil tema kekayaan Indonesia. Hal tersebut diwujudkan dengan menampilkan beraneka cokelat yang dibuat menyerupai kain tradisional Indonesia, sebut saja batik, ulos, songket, dll lengkap dengan alat tenun yang juga terbuat dari cokelat. Kemudian ada pula cokelat berbentuk alat musik tradisional seperti serungling, angklung, dan gendang.

Dibutuhkan ekstra kreatifitas serta ketekunan untuk menghasilkan rasa dan bentuk sempurna yang menyerupai asli. Oleh karena itu dalam pembuatan aneka cokelat ini tim pastry membutuhkan sekitar 1-3 hari tergantung pada tingkat kesulitannya.

Untuk cokelat isi pun tak kalah unik karena memakai print bermotif batik, poleng dan kain tradisional Indonesia lainnya. Gigitan pertama para pencinta cokelat bakal dikejutkan dengan isinya yang serba unik dan asli Indonesia, sebut saja bajigur, bir pletok,wedang jahe, dll.

"Dengan mengusung tema 'The Art of Chocolate Heritage' ini tentunya kami ingin menunjukkan rasa cinta terhadap Indonesia," ujar Chef Alex Fatrisman saat ditanya alasan pemilihan tema pada peluncuran cokelat terbaru kali ini. "Kedua tentunya karena kami ingin menawarkan sesuatu yang berbeda dan unik. Sehingga kami harapkan kedepannya ini bisa menjadi produk signature Sari Pan Pacific," lanjut Chef Alex.

Meskipun terlihat simpel namun tak mudah menghasilkan cokelat berbentuk unik tersebut. Saat ditanya mengenai kendala-kendala yang dihadapi saat pembuatan cokelat Chef Alex pun menjelaskan, "Untuk cokelat print khususnya kami agak kesulitan untuk menghasilkan warna yang pas. Oleh karena itu dibutuhkan banyak eksperimen juga hingga warnanya sempurna."

Aneka 'chocolate heritage' yang menggiurkan tersebut kini sudah tersedia di Sari Delicatessen. Nah, tertarik mencicipi aneka cokelat unik dengan rasa tradisional ini?


ada lge model2x coklatnya



and ini Chef yg buat Coklatnya

"Si Kuning", Tabung Gas Pembunuh

Mungkin judul di atas terlalu bombastis. Tetapi, mencermati sejumlah kejadian di tanah air, utamanya di Jabodetabek, telah terjadi sejumlah kecelakaan akibat meledaknya tabung gas konsumsi rumah tangga; dari yang terluka ringan ataupun sekedar kerugian material hingga korban luka bakar berat bahkan hingga merenggut jiwa. Belum lagi bila ledakan terjadi di pemukiman padat maka efek kerugian materil akan dirasakan pula oleh tetangga atau masyarakat sekitar akibat rembetan kebakaran. Dengan kondisi iklim yang menuju musim kemarau dengan diiringi hembusan angin yang kering maka peristiwa kebakaran akan menjadi lebih liar lagi karena pergerakan api yang cepat dan bervolume besar.



Sebenarnya apa yang terjadi? Apakah telah terjadi fault dalam design dan produksi tabung? Atau, apakah tidak cukup informasi yang diberikan kepada masyarakat mengenai tindakan yang aman dalam penggunaan tabung gas?

Sejak dicanangkan oleh pemerintah tiga tahun terakhir sebagai upaya menekan subsidi minyak tanah, pemakaian gas di masyarakat meningkat dengan cepat. Masyarakat semakin akrab dengan tabung kecil ukuran 3kg warna kuning yang tiba-tiba melesat populer melebihi para Idol. Dari rumah-tangga hingga pedagan kaki lima saat ini telah menggunakan ’si kuning’ itu dalam aktivitas masak memasak. Walaupun saat awalnya rakyat jelata enggan menggunakan gas karena katanya tidak ekonomis, tetapi ketiadaan minyak tanah di pasaran Jabodetabek telah memaksa mereka untuk akhirnya menerima ’si kuning’. Bahkan, para orang kaya pun tidak segan segan menggunakan ’si kuning’ ini karena memang harganya lebih murah ketimbang ’si biru’ tabung 12kg sebagai bagian subsidi pemerintah.

Hanya saja, pemahaman rakyat dalam memberlakukan ’si kuning’ secara aman sepertinya masih kurang; mungkin karena masa transisi atau terbiasa dengan kompor minyak tanah yang mudah dalam penggunaannya. Berbeda dengan kompor minyak tanah yang bila terjadi kesalahan prosedur atau kebakaran lebih mudah untuk menanganinya karena merupakan satu kesatuan, penanganan masalah di kompor gas harus ekstra hati hati karena antara kompor dengan tabung gas adalah tiga komponen terpisah tetapi satu; kompor dan selangnya, regulator, dan tabungnya. Maksudnya, problem di salah satunya harus diselesaikan dengan baik sebelum keduanya digunakan; rusak kompornya perbaiki dulu kompornya baru boleh disambungkan ke tabungnya begitu pula bila yang rusak regulatornya, atau tabungnya. Dan sudah menjadi suatu hal yang lumrah bahwa suatu kejadian tidak lah berdiri sendiri. Ada urutan kejadian sebelumnya yang dapat menimbulkan kejadian lebih besar. Jadi dimana masalahnya?

Hingga saat ini, Pertamina sebagai yang punya gawe menyatakan bahwa kesalahan terletak pada kostumer yang tidak melakukan standard prosedur operasi yang benar. Tetapi, hal itu mungkin masih sulit dipahami karena sepertinya belum pernah terdengar penyelidikan yang menyeluruh mengenai apa yang terjadi dari pihak Pertamina. Akan lebih baik bila pihak surveyor dilibatkan untuk dilakukan uji sampel dari hilir hingga hulu karena sejumlah masukkan dari masyarakat menyatakan walau mereka sudah mengikuti cara yang dicontohkan tetapi tetap saja tabung meledak. Ada kekhawatiran bahkan menjurus kecurigaan bahwa tabung tabung tersebut dibuat di bawah standard demi mengejar target; dari material yang seadanya, proses pembuatan dan kalibrasi yang tidak terukur, hingga penguasaan teknik si pembuat yang disinyalir kebanyakan usaha kecil dan menengah.

Belum lagi dalam proses distribusi sering kita dengar terjadi usaha penyelewengan oleh sejumlah oknum agen, distributor, atau penjual yang mencoba mendapatkan uang lebih dengan mengoplos isi tabung yang selain melanggar aturan juga berbahaya. Berbahaya untuk si pengoplos secara langsung maupun bagi kustomer secara tidak langsung karena proses mengoplos biasanya akan ‘melukai’ bagian dari tabung sehingga integritas material terganggu sehingga menjadi tidak stabil.

Ketidak-stabilan tabung bisa juga terjadi sejak mulai proses distribusi ke kustomer karena penanganan yang tidak benar saat di naikkan dalam kendaraan distribusi. Penumpukan di kendaraan yang tidak benar akan membuat terjadinya gesekan logam saat terjadi getaran selama perjalanan. Gesekan yang berulang di lokasi yang sama akan dapat menyebabkan keausan dan menipiskan logam. Hal itu diperburuk dengan penempatan tabung-tabung yang terpapar panas matahari langsung saat dipajang di kios atau toko penjual. Mengingat ketebalan tabung yang jauh lebih tipis daripada tabung 12kg, maka penempatan langsung terpapar sinar matahari akan menyebabkan ekspansi gas karena tekanan yang meningkat akibat panas. Apalagi dua bulan belakangan ini keadaan cuaca sedikit lebih dari biasanya; panas terik dan kering dengan hembusan angin sedang. Jelas, ini harus menjadi perhatian karena menjadi sumber api yang ideal… panas (matahari) + gas + oksigen.

Jadi apa yang harus dilakukan?

Yang jelas kustomer tidak akan menunggu hasil penyelidikan atau audit atau survey atau apalah dari Pertamina karena para ibu harus masak dan itu hanya bisa dilakukan dengan adanya gas. Pun, menarik atau menghentikan produksi atau distribusi tabung 3kg bukanlah jalan atau opsi yang sehat bagi kehidupan ekonomi maupun politik negara. Kita hanya bisa menghimbau Pertamina atau siapa pun yang merasa bertanggung-jawab untuk itu guna lebih serius menindaklanjuti masalah ini.

Sementara, kepada pengguna tabung gas 3kg mungkin yang bisa dilakukan adalah mengambil langkah langkah preventif tambahan guna mengurangi resiko ledakan atau kebakaran sebagai berikut:

1. Cek kondisi tabung saat menukar langsung atau melewati layanan pesan-antar.
Pastikan tabung dalam keadaan bagus baik material (tidak ada jejak karat maupun kebocoran), pelapisan (tidak ada cat terkelupas), maupun segel kepala tabung dalam keadaan utuh (tidak ada bekas suntikan sebagai upaya oplosan dan lapisan gelang karetnya masih utuh). Gelang karet kecil ini fungsinya memberikan peganganm (grip) pada regulator dan mencegah kebocoran.

2. Tempatkan tabung pada tempat yang sejuk sebelum digunakan.
Pegang tabung dan rasakan apakah tabung terasa panas. Disarankan memiliki paling tidak satu atau dua tabung cadangan agar tabung dapat berotasi antara yang kosong, isi, dan yang baru datang. Seperti yang dituliskan di atas, setelah terpapar panas saat dipajang di toko atau kios, kita memberikan kesempatan kepada tabung untuk kembali pada kondisi normal. Bila tidak punya ekstra budget untuk tabung tambahan, maka disarankan untuk menunggu hingga suhu tabung menjadi normal.

3. Jangan tempatkan tabung dekat dengan kompor atau sumber panas lainnya.
Efek konveksi panas akan membuat gas dalam tabung berekspansi sehingga memperbesar tekanan dalam tabung. Bila tidak ada tempat lain maka lindungi dari panas dengan meletakkan lap lembab (dibasahi air) pada permukaan tabung saat memasak. Hal ini bisa pula dilakukan untuk tabung-tabung yang dijemur di toko. Tetapi, jangan sekali kali menyiram langsung tabung yang terpapar panas matahari itu dengan air karena perubahan temperatur mendadak pada metal tabung dapat menyebabkan ledakan.

4. Bila ingin lebih aman, sebelum digunakan masukkan tabung dalam ember berisi air untuk mengecek kebocoran tabung dan memastikan regulator terpasang dengan baik. Selain dapat mendinginkan tabung, bila terjadi kebocoran di regulator yang tidak diketahui maka dapat diredam oleh air. Pastikan mengecek ember air sebelum memasak untuk melihat adanya kebocoran yang ditandai dengan keluarnya gelembung udara. Pun bila terjadi ledakan maka efeknya telah diredam oleh air.

5. Mencopot-pasang regulator untuk keamanan justru dapat berakibat tidak aman karena gelang karet dapat robek sehingga kemampuan untuk meredam kebocoran menjadi berkurang bahkan hilang sama sekali. Dan terakhir…

6. Jangan mencoba memperbaiki sendiri tabung gas walaupun diperkirakan sudah tidak berisi lagi. Maksud tabung gas kosong adalah karena tekanan gas sudah tidak ada tapi bukan berarti tidak ada gas nya sama sekali dalam tabung itu. Kemungkinan ledakan atau kebarakan bisa saja terjadi.

Mudah-mudahan dengan langkah-langkah pengamanan ekstra di atas dapat membantu mengurangi kejadian ledakan tabung gas dan kegiatan masak memasak para ibu-ibu dapat kembali menyenangkan.

OFF ROAD Ter-EKSTRIM di Dunia

The Lions Back, Moab, Utah

link video metacafe... http://www.metacafe.com/watch/224011..._back_moab_ut/









Cliffhanger - Moab, Utah

Spoiler for cliffhanger:




Bridge at the Rollins Pass
Spoiler for rollins pans:





Spoiler for pic lainnya:

Santa Fe Peak, Colorado







Carhuaz Valley road in Peru on the way to Chavin De Huantar ruins





Black Bear Pass, Colorado







Webster Pass



Schofield Pass - Devil’s punchbowl with snow


Design rumah dengan ruang tamu plus Lamborghini




Boleh dibilang ini agak sedikit norak atau pamer tapi siapa sih yang tidak mau memandangi mobil Lamborghini setiap saat?

Seorang arsitek dari Jepang, Takuya Tsuchida mendisain sebuah rumah (pemilik Lamborghini) yang cukup unik sehingga si pemilik bisa melototin Lamborghini setiap saat di ruang tamu.




Di dalam garasi yang terletak di lantai bawah dibuat sebuah lift khusus yang terhubung ke lantai atas tepat di ruang tamu.

Dengan list ini, mobil Lamborghini bisa naik ke ruang tamu dan setiap tamu diyakini dapat melihat mobil sport keren yang satu ini.

Apabila sudah bosan, kita bisa menurunkan kembali Lamborghini ke garasi dan lantai ruang tamu akan tertutup kembali dengan jenis lantai yang sama juga.

Norak engga sih?? Mungkin iya kalau anda belum punya mobil ini.








sumber.........

Jika hewan punya facebook dan menulis sesuatu di statusnya

Anjing : Nunggu mo ke salon neh

Kecoak : Baru aja selamat dari injekan maut, yeah!

Sapi : Aku diraba-rabi lagi oleh majikanku

Kucing : Anak gue yang ke- 5 barusan nanya siapa bapaknya. Gue bingung mau jawab apa. Gue sendiri lupa bapaknya siapa?

Nyamuk: hampir aja gue kena lem nyamuk

Ayam : Teman-teman...kalo besok gw ga online... berarti gw udah di goreng... i luv u all...

Cumi-cumi: Abis isi ulang tinta nich.

Babi: Gw difitnah nyebarin flu. Sialan!!

Kambing : Selamat lebaran haji kemarin ndak disembelih

Tikus : untung gue tidak ketangkap jebakan saat mau ngambil ikan asin

Manusia : loh?! kok ada hewan punya facebook?????????

Alien hewan : sialan aku di masukin di permainan THE SIMS

Alasan Steve Jobs Mengapa iPhone & iPad tidak Mendukung Flash.




Menyikapi berbagai kritikan yang tersebar di media, CEO Apple Steve Jobs menceritakan alasan dari keputusan perusahaannya tidak menggunakan Adobe Flash pada iPhone mobile, iPod dan perangkat iPad. Menurutnya tidak adanya dukungan pada Flash tidak digunakan bukan sebagai suatu usaha untuk melindungi App store tetapi lebih kepada alasan teknologi yang kurang mendukung.

Jobs menguraikan lima alasan Apple menolak untuk menggunakan Flash:

1. Keterbukaan: Kepemilikan Flash; web standar seperti HTML5, CSS dan JavaScript terbuka. “Dari berbagai definisi, Flash adalah sistem tertutup,” tulis Jobs.

2. Mitos ‘Full Web’ : Jobs mengatakan banyak konten video yang tersedia sudah menggunakan format H.264 yang “lebih modern”, dan tidak semua berjalan di Flash. “Pengguna iPod, iPad dan IPhone, tidak kehilangan banyak video walau tidak mendukung Flash.

3. Kehandalan, keamanan dan kinerja: Berdasarkan catatan kinerja, Flash memiliki “salah satu rekor keamanan terburuk di 2009,” menurut Symantec. Flash “kurang berfungsi dengan baik pada mobile device”.

4. Baterai: Flash menghabiskan hampir dua kali lipat pemakaian baterai. Sebagai contoh, di iPhone, video H.264 dapat dimainkan hingga 10 jam, sedangkan dalam memainkan video dengan Flash hanya bisa kurang dari 5 jam sebelum baterai habis.

5. Format Touch : Flash dirancang untuk PC dengan menggunakan mouse, bukan untuk layar sentuh/touch screen.

Steve Jobs mengemukakan beberapa hal yang terkait dengan Flash pada Apple

“Flash diciptakan pada era PC yaitu untuk PC dan penggunaan mouse. Flash merupakan bisnis yang sukses untuk Adobe dan kita memahami bagaimana usaha mereka untuk membawa Flash keluar dari dunia PC. Akan tetapi era mobile merupakan suatu perangkat dengan sumber daya yang minim, touch screen dan penggunaan web mobile, di mana area-area ini belum bisa didukung oleh Flash.”

Lukisan-Lukisan Adolf Hitler

Adolf Hitler seringkali berkata bahwa dia adalah mantan seniman "frustasi", sementara seni sendiri telah menjadi perhatian utama sepanjang hidupnya. Kemungkinan dia telah berhasil menjual beberapa ribu buah lukisan dan kartu pos (!) selama masa tinggalnya di Wina, dimana beberapa di antaranya masih dapat kita jumpai kini. Hitler sendiri tak pernah berkoar-koar bahwa dia adalah seorang pelukis berbakat (kalau masalah arsitektur, lain soal!). Lukisan-lukisan yang kebanyakan dibuatnya pada masa muda ini kemudian menjadi buruan para kolektor dari sejak zaman naiknya dia ke tampuk kekuasaan Jerman (yang kebanyakan dijadikan koleksi oleh para pemujanya). Bahkan sampai saat ini pun lukisan asli Hitler menjadi buruan utama para kolektor benda-benda seni!

Bisa dibilang bahwa buku utama yang menceritakan secara detail Hitler dan lukisannya adalah karangan Frederic Spott yang berjudul "Hitler and the Power of Aesthetic". Kita kutip komentar Spott: "Sebenarnya Hitler mempunyai bakat artistisk yang menonjol, setidaknya dalam hal menggambar sketsa bangunan. Hebatnya, teknik-teknik menggambarnya dia pelajari sendiri secara otodidak tanpa ada seorangpun yang mengajari. Seperti kebanyakan pelukis amatir lainnya, obyek yang dia gambar mula-mula adalah bentuk pemandangan sederhana. Kemudian dia belajar menggunakan warna-warna menggunakan cat air, dengan obyek pertamanya adalah sebuah sekolah di Jerman Selatan dan juga pemandangan khas kartu pos, selayaknya pemandangan di daerah perkotaan yang memang menjadi trend saat itu. Saat itu Hitler menggantungkan hidupnya dari melukis kartu pos dan reproduksi tempat-tempat terkenal di Jerman.



Sketsa tak bertahun yang dilukis Hitler ini berjudul "Jembatan Bermenara



Lukisan tak bertahun yang dilukis Hitler ini berjudul "Tembok Medan Pertempuran"



Lukisan tak bertahun yang dilukis Hitler ini berjudul "Serangan Kendaraan Lapis Baja"



Lukisan tak bertahun yang dilukis Hitler ini berjudul "Alter Werderthor Wien"



Lukisan tak bertahun yang dilukis Hitler ini berjudul "Gerbang Kemenangan di Münich"



Sketsa ini dilukis Hitler pada tahun 1917 dan berjudul "Ardoye di Flanders"



Lukisan tak bertahun yang dilukis Hitler ini berjudul "Rumah Dengan Pagar Putih"



Lukisan tak bertahun yang dilukis Hitler ini berjudul "Tempat Perlindungan di Fournes"



Lukisan ini dilukis Hitler pada tahun 1914 dan berjudul "Reruntuhan Sebuah Biara di Messines"



Lukisan ini dilukis Hitler pada tahun 1914 dan berjudul "Halaman Tempat Tinggal Lama di Münich"

Share My Blog

Facebook Twitter Google Buzz Delicious Digg Stumbleupon
Linkedin Yahoo! Bookmarks Google Bookmarks Reddit Mixx Technorati

Recent Comments